Fenomena Apartemen di jakarta

maraknya industri properti di indonesia, bahkan di jakarta, sudah sangat sering kita dengar, di televisi, di radio, di koran, di internet, bahkan di wiper-wiper mobil kita sering di “titip” kan brosur-brosur penawaran kavling, apartemen, cluster, rumah mewah, ruko dst

menarik memang menawaran yang diberikan, dari mulai sertifikasi hak guna, hak milik, strata milik, dst, ada pula yang menawarkan dengan hadiah yang menjanjikan beli rumah dapat mobil! haha … yg kita bayar khan rumah kok yang kita dapat mobil ? apa mobil nya seharga rumah ? wow … ini solusi tepat mengurangi kemacetan dan polusi di jakarta khusus nya

selain di jakarta, yang menjadi objek pengembangan adalah kota-kota besar lainnya, seperti surabaya, lampung, semarang, balikpapan bahkan medan. yupe betul sekali semua itu lantaran menjadi pusat industri ekonomi yang sedang digarap baik pemerintah maupun swasta (baca: mancanegara). bisa di bayangkan pusat kota yang dikembangkan menjadi pemukiman strategis, ga peduli lahan yang ada seberapa luas, jika kecil ya dibuat cluster, jika besar yang di buat apartemen, sebisa mungkin di jadikan duit, salut emang ama gubernur nya, hebat bener membangun kota jadi lebih berkembang, eits, kota nya aja yg berkembang, nasib rakyat nya ya tetep aja, yg miskin tetep miskin, yang kaya tetep kaya. yg ga mampu ya geser ke kota sebelah … kaco!

dikota pinggiran juga banyak yg sudah disihir ZIP !! jadi kota industri juga, lihat juga jababeka, depok city, tangerang, dan bekasi. wuih lengkap sudah semua objek dimanfaatkan, bener deh kalo ada alternatif rumah susun pun pasti di garab, seperti rusunami (jgn tanya gw jg ga tau singktnya) denger-denger sih subsidi gitu deh, pesen gw tanya aja biar jelas, yang di subsidi apa aja, plus berapa lama subsidi tsb di berikan, selanjutnya bagaimana kalo subsidi di cabut ? dst …

ngiler khan? apa pengen ikutan bisnis properti juga? gampang aja, kalo punya tanah barang 1000m2 bisa tuh di jadikan cluster 5-10 rumah, asal jangan rumah-rumahan aja, konon belakangan banyak yang ditawarkan luas 100an tp komposisi nya 6x18m, artinya panjang ke belakang sedangkan lebar nya cuma 6 m, ya banyak juga sih yang bilang ukuran sgitu dah wajar, asal jgn 2×1 sama-sama panjang sih, tp kuburan donk jadinya ? huehue ..

ada pula yang pro dengan rumah, ada yg apartemen, sebenernya apa sih masing-masing keunggulan ? apartemen parkir bisa jadi bayar, lha pan kita yang tinggal di situ kok bayar? rumah bisa jadi kebanjiran, yang ini jadi urusan masing2 dah … tapi yang perlu di cermati adalah bagaimana pinter-pinter kita milih lokasi alias area tinggal, sebab bisa jadi kita malah tekor, biaya hidup yang ga ketulungan, akses sulit, atau bisa jadi di peta ga ada *nah lho?*

baru-baru ini diluncurkan apartemen dengan DP 0% dan bunga 0%, atau bayar 10 jt bisa langsung huni, ini menunjukan saking hebatnya developer bangun, ampe kekurangan customer untuk membelinya, huahaha .. asal tahan aja ampe 20 thn kredit nya, ngosh-ngoshan kita di peres, belum mikir pendidikan anak kalo dah merit, belum lagi kehidupan di usia tua, mo makan mikir utang, kekeke … mana tahan !!!

bank pun ndak mo ketinggalan untuk bisa menawarkan jasa bantuan kredit KPA atau KPR, sesama bank besar saling mencekik demi customer, ya pantas aja, jaminan 20 thn ke depan bank tsb bisa tagihin customer, alias bank merasa yakin (krn punya jaminan utang2 tsb) masih kokoh di 20 thn mendatang, hidup dari utang-utang customer itu deh … apa bisa tuh direktur tidur tenang di tengah kesulitan customer yg ga bisa bayar utang ? huuuuu ….

nah, banyak motivator di tipi-tipi bilang, utang di bagi 2, ada utang yg baik dan ada utang yang tidak baik, kalo yang baik adalah utang yg bisa menghasilkan uang 2x lipat sehingga kebagian untung juga, itu kalo tingkat usaha kita 100% pejuang 45, kekeke .. sedangkan utang yang tidak baik, yah kalian dah tau semua khan? duit utangan tsb di gunakan untuk foya-foya, beli elektronic canggih, hidup glamour dan .. dan … dan …. ahh dunia hitam bukan ilmu gue deh =)

jadi pilih yang mana? ;;)

1 Comment

  1. Bagi saya tetap saja tinggal di rumah lebih baik daripada di apartemen.Selain itu tinggal dirumah disekitar perkampungan rakyat rasa solidaritas dan kepedulian sesama warga jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tinggal di apartemen.Salam


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s