ketika puncak karir telah tercapai, selanjutnya …

belakangan sering di hadapi oleh mayoritas karyawan di kota-kota besar adalah jalur karir yang jelas pada setiap perusahaan tempat mereka bekerja, tentu saja, siapa sih yang tidak ingin berkarir ? ga cuman karir yang jelas, tapi namanya orang kerja pasti terpikir pula tentang apa yang dia bisa dapatkan selain gaji pokok misal fasilitas, tunjangan, jaminan, asuransi, bonus dst.

“salary bukan yang utama bagi saya, tapi itu penting bagi saya” mengingat slogan temen kerja dulu ketika bercerita ketika dia sedang interview di salah satu perusahaan, haha … cocok sih, dan yang pasti bener banget, karena kerja kita biasanya mengejar salary, ada juga sih yang kontra, tapi hal ini biasa kok, penting di katakan karena salary faktor krusial dalam menunjang kerja kita, tentu saja harus berfikir sehat, seperti ini, kalo kerja khan butuh fokus agar kerjaan efektif, untuk bisa fokus butuh kondisi badan yang sehat/fit, agar tetep fit sang pekerja butuh kebutuhan mandatory yang terpenuhi, termasuk juga kesejahteraan hidup, mandatory seperti sandang, pangan, papan, dan kesejahteraan yang dimaksud adalah kondisi psikis termasuk physics dan intelektual.

nah maka dari itu, ketika suatu karyawan keluar-masuk perusahaan dapat di identifikasi bahwa kurangnya kesejahteraan yang dia dapatkan, dia masuk mencari tempat yang cocok baginya, setelah dia rasakan 2-3 bulan bekerja, dia langsung dapat menilai, jika tidak tercapai kepuasan terhadap kebutuhan-kebutuhan tadi, maka keputusan sudah harus diambil kembali, untuk mencari tempat lain yang melebihi tempat nya.

Namun, adakalanya gonta-ganti karyawan dari sisi perusahaan dapat menyebabkan ketidaknyamanan karyawan lain, dan juga waktu yang dibutuhkan lagi untuk pelatihan/training/briefing/handover ke setiap karyawan barunya, buntut-buntutnya perusahan tidak dapat bergerak maju dengan cepat, terhambat oleh urusan internal assignment, perusahaan yang harusnya sudah harus mencapai target selanjutnya di periode kedepan, ternyata masih harus berurusan dengan HR (Human Resources) maintenance.

di segi karyawan juga berdampak negatif, kenapa? karena dengan history short-term kerja seperti itu membuat CV kita terkesan buruk, banyak interviewer menilai calon nya merupakan “kutu loncat” yang sewaktu-waktu jump-out dan terkesan unresponsible person. inilah record yang kemana pun kita melamar akan ikut selalu, sangat kontra ketika interviewer dihadapkan pada CV calon yang pengalaman kerjanya secuil namun berperiode panjang. Jangan salah, model interviewer yang lain bisa jadi berpendapat type terakhir itu malah membuat kesan undynamic person, betah pada kondisi yang sama, bertahan di lingkungan kerja yang itu-itu melulu, tidak ada inovasi maupun integrasi, yang terpenting nyaman bagi dia itu sudah cukup untuk mengisi hidup ini.

diituntut kerja yang dinamis, fokus, inovatif, dan komunikatif merupakan syarat baku setiap perusahaan dimanapun, banyak juga atasan yang cukup puas dengan rapihnya kerja si karyawan tanpa diperhatikan self developmentnya. ga sedikit pula atasan yang masa bodo terhadap bawahan yang terpenting dia saja.

bagaimana nasib karyawan yang telah sampai pada puncaknya (baca: si atasan tadi) ? kita balik ke kerja yang dinamis deh, karena ini berlaku untuk semua, baik si bawahan maupun atasan, pasalnya atasan juga terancam posisi nya jika tidak dinamis sedinamis bawahannya, banyak terbukti atasan di ganti karena bawahannya lebih kompeten darinya, khan jadi nyeseq jadi nya … dilain hal bagaimana jika atasan dinamis ? ya tentunya dapat lebih membuat team yang dia bawahi dapat lebih menghargai dan dijadikan panutan, secara lapangan si atasan tidak segan-segan menawarkan dan memberi bantuan, kerja bareng dan perhatian.

umumnya orang hanya liat dari segi keilmuan, atasan di akui sebagai atasan karena dia memiliki ilmu yang lebih, pengalaman pun menjadi syarat implisit, secara senioritas lebih melekat pada istilah pengalaman, diakui senior karena pengalaman dia bejibun, namun perlu disadari pula, justru bawahan lebih banyak menemukan pengalaman lebih banyak dari atasan, disebabkan atasan yang tidak terlalu tahu-menahu tentang hal-hal yang terjadi dalam pekerjaan. pada dasarnya semua plus minus tersebut tinggal bagaimana kita memandangnya, bawahan plus karena pengalaman me-manage pekerjaan sedangkan atasan plus karena pengalaman me-manage orang-orang tsb.

dari sini, kita bisa memposisikan kita lebih tepat, si atasan bisa menambah pengalamannya dalam meningkatkan ke-dynamis-an managerialnya, penulis sangat konsen pada faktor unggulan si atasan untuk menunjang kedynamisannya, yaitu membangun/membentuk relasi/koneksi terhadap pelaku-pelaku bisnis nya, adakan sharing knowledge dan informasi terhadap masing-masing personal merupakan langkah jitu, karena bisa jadi saling memperkaya wawasan dan juga mengetahui kondisi, apa yang sedang terjadi, dan apa yang sedang dibutuhkan secara globally.

penulis mencoba lakunin tahap terakhir ini, karena hal tsb merupakan kunci sukses dalam berbisnis, yaitu membangun relasi, baik melalui perusahaan tempat kita bekerja maupun untuk berwirausaha. link inilah yang akan digunakan dalam pemasaran/publikasi kita, katakanlah untuk awal memperkenalkan product dapat kita lakukan dengan pertemuan-pertemuan tsb, ini lebih dihadapkan pada persamaan pelaku bisnis tentunya, meski tidak, kita masih dapat lakukan sebagai pertemanan kok, hehe ..

itulah kenapa selalu kalangan atasan selalu melakukan meeting dan meeting out of office, secara kebebasan mereka sudah sejalan (baca: tidak duduk dibalik meja), pun secara kesejahteraan mereka bersinambungan (baca: lunch meeting krn sama-sama butuh) hehe ..

so, how about you guys,
where are you belong ?
n what you gonna do ?
let them cross you or let them admire you ?

the point is :
you want it, you’ll get it
its easy isn’t ?

1 Comment

  1. artikel anda ada di:

    http://karir-pekerjaan.infogue.com/ketika_puncak_karir_telah_tercapai_selanjutnya_

    anda bisa promosikan artikel anda di infogue.com yang akan berguna untuk semua pembaca. Telah tersedia plugin/ widget vote & kirim berita yang ter-integrasi dengan sekali instalasi mudah bagi pengguna. Salam!


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s